Ikhtisar:Lisensi FCA (Financial Conduct Authority) adalah izin yang diberikan oleh Financial Conduct Authority (FCA), badan pengatur independen di Inggris yang mengawasi dan mengatur pasar keuangan di negara tersebut. Lantas, mengapa lisensi FCA yang terkenal sulit diperoleh malah dilepas oleh broker ini? Simak berita selengkapnya di artikel berikut

Lisensi FCA (Financial Conduct Authority) adalah izin yang diberikan oleh Financial Conduct Authority (FCA), badan pengatur independen di Inggris yang mengawasi dan mengatur pasar keuangan di negara tersebut. FCA bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pasar keuangan di Inggris berjalan dengan adil, efisien, dan transparan, serta memberikan perlindungan kepada konsumen.
Memiliki lisensi FCA menandakan bahwa perusahaan telah memenuhi standar tinggi dalam operasional dan kepatuhan regulasi. Hal ini dikarenakan FCA sendiri dikenal sbagai salah satu regulator global yang memiliki standar yang tinggi.
Untuk memiliki lisensi FCA, suatu perusahaan broker atau penyedia jasa keuangan harus mengajukan aplikasi rinci yang mencakup informasi tentang struktur, manajemen, kebijakan operasional, dan strategi bisnis. Setelah itu, FCA melakukan evaluasi mendalam terhadap aplikasi yang diberikan, termasuk pemeriksaan latar belakang dan penilaian risiko. Setelah memenuhi semua persyaratan, perusahaan akan diberikan lisensi FCA yang memungkinkan mereka untuk beroperasi di pasar keuangan Inggris.
Lisensi FCA merupakan indikator penting dari kualitas dan keandalan dari suatu perusahaan jasa keuangan. Karena, Perusahaan berlisensi FCA dianggap lebih aman dan andal, dan dapat menarik lebih banyak klien potensial.

Minggu lalu, broker ICM Capital mengumumkan rencana mereka untuk mengakhiri operasinya di Inggris, dan menyatakan bahwa perusahaan broker forex dan CFD ini telah mengajukan pembatalan otorisasinya. Regulator FCA juga menyebutkan bahwa ICM “masih harus memenuhi standar kami dalam berurusan dengan pelanggannya.”
Terlepas dari tindakan tersebut, ICM Capital, yang berganti nama menjadi ICM.com pada tahun 2018 lalu, saat ini mereka hanya memegang 3 lisensi offshore di Labuan (Malaysia), Mauritius, dan SVG (Saint Vincent dan Grenadines).
Perusahaan ini juga mendapat lisensi dari Financial Sector Conduct Authority Afrika Selatan dan ARIF di Swiss. Namun menurut informasi di situsnya, broker tersebut tidak menyediakan layanannya ke AS, Korea Utara, dan Tiongkok.
Pada tahun 2018, ICM berganti nama menjadi ICM.com, dan menggabungkan semua entitas grupnya di bawah satu merek. Inisiatif ini terjadi bersamaan dengan peluncuran logo baru dan perubahan situs web.
Shoaib Abedi selaku pendiri perusahaan, menekankan pentingnya mengkonsolidasikan semua entitas di bawah satu merek, mengingat pertumbuhan eksponensial perusahaan miliknya tersebut selama dekade terakhir.
Abedi menguraikan tujuan utamanya adalah menawarkan layanan pelanggan yang sangat baik, pengetahuan pasar yang lebih baik, melakukan eksekusi yang solid di berbagai kelas aset, dan pengalaman investasi yang bermanfaat secara keseluruhan. Dengan menyelaraskan identitas mereknya dengan faktor-faktor ini, ICM bertujuan untuk memperkuat penawarannya bagi investor dan trader di seluruh dunia.

ICM adalah salah satu broker forex yang dikenal di pasar internasional. Namun, broker ini sudah masuk dalam daftar hitam milik Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) di Indonesia. Langkah ini diambil karena ICM diketahui beroperasi di Indonesia tanpa izin resmi dari otoritas yang berwenang.
Berdasarkan informasi dari Bappebti, ICM tidak memiliki lisensi atau izin yang diperlukan untuk menawarkan layanan perdagangan berjangka komoditi mereka di Indonesia. Setiap broker yang ingin beroperasi di Indonesia harus memenuhi persyaratan ketat dan mendapatkan persetujuan dari Bappebti untuk memastikan bahwa mereka mematuhi peraturan yang berlaku.
Karena, salah satu tujuan utama Bappebti adalah melindungi konsumen dan memastikan bahwa mereka berurusan dengan broker yang terpercaya dan teregulasi. Operasi tanpa izin dari broker seperti ICM dapat menimbulkan risiko bagi trader karena kurangnya pengawasan dan perlindungan hukum.
Masuknya ICM dalam daftar hitam Bappebti menjadi peringatan bagi trader di Indonesia untuk berhati-hati dalam memilih broker. Operasi tanpa izin dapat menimbulkan risiko besar bagi konsumen. Oleh karena itu, selalu pastikan broker yang Anda pilih memiliki lisensi resmi dan diakui oleh otoritas keuangan yang relevan untuk memastikan keamanan dan perlindungan investasi Anda.


Pelajari cara deposit dan withdraw Doo Financial Futures 2026, mulai dari persiapan akun, pengajuan dana, verifikasi hingga biaya penarikan.

Trading forex adalah salah satu instrumen investasi paling populer di dunia. Namun, tanpa strategi yang jelas, aktivitas ini hanya akan menjadi spekulasi berisiko tinggi. Artikel ini membahas strategi trading forex terbaik yang dapat membantu trader Indonesia baik pemula maupun professional dalam mencapai profit konsisten.

Uang beredar Indonesia Juli 2026 mencapai Rp10.371,1 triliun. M2 tumbuh 8,3% dan kredit 13,0%. Baca arti data BI bagi ekonomi dan pasar.

Bappebti menampilkan PT Handal Semesta Berjangka dengan izin usaha 001/BAPPEBTI/SI/5/2018, izin SPA 001/BAPPEBTI/SP-SPA/5/2018, dan situs www.hsb.co.id. Perusahaan mendapat nilai A++ untuk triwulan II-2026. Bappebti juga pernah mencatat satu tautan Telegram sebagai duplikasi perusahaan. Bukti duplikasi menunjukkan risiko peniru, bukan bukti bahwa perusahaan asli melakukan penipuan.