Ikhtisar:Pasar Asia bergerak beragam cenderung melemah pada Senin karena ketidakpastian geopolitik Timur Tengah kembali menekan minat risiko. Di pasar valuta, dolar AS berada di kisaran bawah 161 yen, sementara dolar Australia diperdagangkan di sekitar $0.701.

Pasar Asia bergerak mayoritas melemah pada Senin, mengikuti tekanan dari bursa Eropa dan minimnya arahan dari bursa AS yang tutup pada akhir pekan sebelumnya.
Ketidakpastian terkait upaya gencatan senjata di Timur Tengah kembali menjadi perhatian setelah Iran menutup Selat Hormuz lagi pada akhir pekan.
Di pasar valuta, dolar AS diperdagangkan di kisaran bawah 161 yen. Pelemahan yen tetap menjadi sorotan di tengah reli tajam saham Jepang, dengan Nikkei 225 bergerak di atas 72,400 dan mencetak rekor tertinggi baru, didukung saham teknologi, keuangan, dan beberapa saham berkapitalisasi besar.
Dolar Australia berada di sekitar $0.701. Bursa Australia sempat berbalik tipis menguat setelah dibuka melemah, dengan dukungan dari saham emas dan finansial, meski sektor bijih besi, energi, dan teknologi masih membatasi kenaikan.
Kawasan Asia lainnya bergerak campuran. Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang menguat, sementara New Zealand, China, Singapura, Malaysia, dan Indonesia melemah tipis.
Di Indonesia, indeks saham sebelumnya naik tipis setelah dua hari melemah, namun sentimen regional masih dibayangi kehati-hatian.
Harga minyak mentah menjadi fokus tambahan setelah sempat turun lebih dari 10% pekan lalu ke bawah $80 saat Selat Hormuz dibuka kembali. Penutupan ulang jalur tersebut oleh Iran membuat pasar kembali memperhatikan risiko pasokan energi dan dampaknya terhadap sentimen aset berisiko.