Ikhtisar:Bupati Landak Karolin Margret Natasa memperingatkan ibu rumah tangga di Desa Munggu agar waspada terhadap pinjaman online ilegal dan investasi bodong dalam pelatihan literasi keuangan SHE CAN yang digelar bersama Pemuda Katolik dan Kreologi.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengingatkan para ibu rumah tangga agar lebih bijak mengelola keuangan keluarga dan tidak mudah tergiur tawaran pinjaman online ilegal maupun investasi bodong.
Peringatan itu disampaikan dalam pelatihan literasi keuangan bertajuk SHE CAN di Desa Munggu, Kabupaten Landak.
Menurut Karolin, kemampuan mengatur keuangan menjadi bekal penting bagi keluarga menghadapi kondisi ekonomi yang belum stabil. Di tengah keterbatasan fiskal daerah, ia menegaskan pembangunan sumber daya manusia melalui edukasi tetap menjadi prioritas.
Program SHE CAN diinisiasi bersama Pemuda Katolik dan Kreologi, difokuskan pada pemberdayaan ibu rumah tangga agar lebih cerdas mengelola keuangan keluarga.
Karolin resmi membuka kegiatan ini di Aula Kantor Desa Munggu pada Sabtu, 25 Juli 2026, dan memberikan pembekalan pada Senin, 27 Juli 2026.
Ia menyatakan meskipun pembangunan fisik berkurang karena keterbatasan fiskal daerah dan situasi global, pembangunan manusia melalui edukasi dan penyuluhan tetap terus dilakukan.
Karolin menekankan perempuan memiliki peran sentral dalam mengatur roda perekonomian rumah tangga. Seorang istri bukan hanya menerima pendapatan dari suami, tetapi juga menentukan bagaimana anggaran keluarga dibelanjakan.
“Istri itu sebenarnya bukannya hanya menerima pendapatan dari suami. Istri itu regulator. Jadi ibu terima dan ibu yang atur,” ujarnya.
Karolin memberikan peringatan keras kepada warga Desa Munggu, khususnya para ibu, agar tidak mudah tergiur tawaran pinjaman online ilegal maupun investasi yang tidak masuk akal.
“Banyak sekali yang menawarkan berbagai pinjaman dan sering kali itu semua banyak yang ilegal. Jadi kalau ada tawaran pinjaman agar ibu-ibu berhati-hati,” tegasnya.
Ia menyarankan para ibu mempertanyakan besaran bunga serta biaya administrasi sebelum memutuskan meminjam.
Keterampilan utama yang ditekankan adalah kebiasaan mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran. Menurut Karolin, kebiasaan itu membantu keluarga mengetahui kondisi keuangan sekaligus mengendalikan pengeluaran agar tidak melebihi kemampuan.
Ia juga menilai setiap keluarga perlu dana darurat yang disisihkan sedikit demi sedikit. “Penting untuk ibu-ibu tuh punya dana darurat sendiri. Mendadak anak sakit, mendadak orang tua sakit, adalah uang di tangan,” pesannya.
Karolin mendorong ibu-ibu yang sudah mampu mengatur keuangan untuk merintis atau mengembangkan usaha skala mikro demi membantu perekonomian keluarga.
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa literasi keuangan adalah tameng melawan jerat pinjol ilegal dan investasi bodong. Masyarakat diimbau memeriksa legalitas platform melalui kanal resmi otoritas keuangan serta mewaspadai tawaran keuntungan tidak masuk akal.