Industri

Faktor Utama Penekan Harga, Apakah Tren berubah

Harga emas turun tajam lebih dari $150 dalam dua minggu terakhir, menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Penurunan ini dipicu oleh dua faktor utama: perubahan ekspektasi suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan meningkatnya permintaan likuiditas dolar AS. Faktor 1: Ekspektasi Suku Bunga The Fed Kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran inflasi tinggi. Pelaku pasar semakin yakin The Fed akan menahan suku bunga tinggi lebih lama. Proyeksi penurunan bunga kini mundur ke September 2026, menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Investor beralih ke instrumen berbunga seperti US Treasury yang menawarkan yield >4%. Faktor 2: Permintaan Tinggi Dolar AS Ketidakpastian geopolitik dan tekanan ekonomi membuat investor global memilih dolar AS sebagai aset likuid utama. Likuiditas dolar yang diburu menekan emas, meski risk-off biasanya justru menguatkan emas. Aksi jual obligasi AS dan kenaikan yield >4% ikut menekan logam mulia. Respons Pasar Spot Gold menutup pekan di $5.019,89 per ons, turun hampir 3% seminggu. Harga emas menembus level psikologis $5.000. Jika turun, support teknis berikutnya di $4.900. Pasar menilai volatilitas akan tetap tinggi hingga rilis meeting The Fed dan sejumlah bank sentral utama minggu depan. Pandangan Berikutnya Meski tekanan jangka pendek berlangsung, analis seperti dari Saxo Bank dan abrdn menegaskan tren jangka panjang emas tetap positif, didukung kekhawatiran utang global, permintaan bank sentral, dan fungsi lindung nilai. Support jangka panjang tetap kuat bila harga tetap di atas $4.900 per ons. #TrendingTopics

2026-03-16 16:13 Indonesia

Suka

Balas

IndustriKenaikan Harga Minyak Dunia Akibat Konflik Iran da

Harga minyak global kembali naik setelah adanya eskalasi konflik di Iran yang menyebabkan infrastruktur energi utama diserang dan efektif menutup Selat Hormuz—jalur vital pengiriman minyak dunia. Presiden AS, Donald Trump, menunjukkan kekesalannya terhadap sekutu-sekutu Amerika yang kurang berperan dalam mengamankan kawasan tersebut. Namun, Trump menegaskan bahwa AS tidak memerlukan bantuan untuk operasi militernya terhadap Iran. Harga Brent, patokan internasional, melonjak 3,83% menjadi $107,38 per barel pada Rabu. Sementara harga minyak AS nyaris tidak berubah di $96,32 per barel. Sebagai respons atas situasi ini, pemerintah AS menangguhkan Undang-Undang Jones (Jones Act) agar lebih banyak kapal tanker internasional dapat mengirim bahan bakar antar pelabuhan AS. Namun, langkah ini dinilai memiliki dampak terbatas karena kebanyakan kilang minyak AS dirancang memproses minyak mentah Timur Tengah, sedangkan produksi domestik didominasi minyak serpih (shale oil) yang lebih ringan.#ContentCreation #TrendingTopics#ECInvestingInsights#ClaimLuck#BrokerReview

ashal_as 969

2026-03-19 19:43

IndustriBank of Japan Optimis Inflasi Capai Target 2% Didu

Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, menyatakan bahwa inflasi inti di Jepang terus meningkat dan diperkirakan akan mendekati target 2% bank sentral pada paruh kedua tahun fiskal 2026 hingga 2027. Namun, Ueda menegaskan agar kenaikan harga ini harus diimbangi dengan pertumbuhan upah yang solid, sehingga inflasi dapat tercapai secara berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan Ueda menjelang pertemuan kebijakan moneter dua hari yang diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunga di 0,75%. Ueda kepada parlemen juga menuturkan bahwa kenaikan upah dan harga berlangsung secara moderat, seiring dengan keberanian perusahaan untuk meneruskan kenaikan biaya bahan baku dan tenaga kerja kepada konsumen. Bank of Japan, lanjut Ueda, akan mengarahkan kebijakan moneter secara tepat agar inflasi 2% dapat tercapai secara stabil dan disertai peningkatan upah. Ia juga menegaskan kesiapan bank sentral untuk melakukan intervensi di pasar obligasi pemerintah (JGB) apabila terjadi lonjakan imbal hasil yang tidak wajar, meskipun secara umum suku bunga jangka panjang ditentukan oleh mekanisme pasar. #TrendingTopics

ashal_as 969

2026-03-17 18:55

IndustriEURO Pemulihan Industri Tertunda oleh Guncangan

Produksi industri zona Euro turun tajam pada Januari, terutama terdampak sektor farmasi dan sektor industri padat energi. Penurunan sektor farmasi sangat tajam (-16% mom), mencapai level terendah sejak pertengahan 2024, meskipun permintaan untuk obat penurun berat badan masih tinggi. Industri padat energi turun 3,4% m/m; produksinya kini 13% di bawah level sebelum perang Ukraina, akibat tantangan pasar minyak dan LNG serta konflik di Iran. Meskipun produksi menurun, ekonom Societe Generale tetap memperkirakan pemulihan siklis yang didukung oleh: Stimulus fiskal dari Jerman Belanja modal terkait AI Pemulihan di sektor perumahan Konsumsi domestik yang tangguh Prospek ke depan: Output industri diperkirakan akan pulih seiring rebound permintaan domestik, meskipun dengan performa yang berbeda antar sektor. Dampak tarif AS sudah mulai terserap di pasar. Risiko tetap ada: terutama pada sektor energi dan farmasi, namun secara makro diproyeksikan tetap membaik dalam jangka menengah. #TrendingTopics

VNC

2026-03-17 00:24

IndustriProduksi Industri Amerika Serikat Naik 0,2% pada F

Menurut laporan yang dirilis oleh Dewan Gubernur Federal Reserve, produksi industri di Amerika Serikat mengalami kenaikan sebesar 0,2% secara bulanan pada Februari. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, output industri meningkat sebesar 1,4%. Sektor manufaktur juga menunjukkan pertumbuhan bulanan sebesar 0,2% serta naik 1,3% secara tahunan. Sementara itu, sektor pertambangan melonjak 0,8% dibandingkan bulan sebelumnya dan mengalami peningkatan tahunan sebesar 1,4%. Di sisi lain, utilitas mengalami penurunan bulanan sebesar 0,6%, meskipun secara tahunan naik hingga 2,5%. Tingkat pemanfaatan kapasitas pabrik tetap stabil di angka 76,3%, yang berada 3,1 poin persentase di bawah rata-rata jangka panjangnya. Namun, secara tahunan angka ini tetap mencatat kenaikan sebesar 1,4%.#TrendingTopics

ashal_as 969

2026-03-16 22:37

IndustriFaktor Utama Penekan Harga, Apakah Tren berubah

Harga emas turun tajam lebih dari $150 dalam dua minggu terakhir, menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Penurunan ini dipicu oleh dua faktor utama: perubahan ekspektasi suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan meningkatnya permintaan likuiditas dolar AS. Faktor 1: Ekspektasi Suku Bunga The Fed Kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran inflasi tinggi. Pelaku pasar semakin yakin The Fed akan menahan suku bunga tinggi lebih lama. Proyeksi penurunan bunga kini mundur ke September 2026, menekan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Investor beralih ke instrumen berbunga seperti US Treasury yang menawarkan yield >4%. Faktor 2: Permintaan Tinggi Dolar AS Ketidakpastian geopolitik dan tekanan ekonomi membuat investor global memilih dolar AS sebagai aset likuid utama. Likuiditas dolar yang diburu menekan emas, meski risk-off biasanya justru menguatkan emas. Aksi jual obligasi AS dan kenaikan yield >4% ikut menekan logam mulia. Respons Pasar Spot Gold menutup pekan di $5.019,89 per ons, turun hampir 3% seminggu. Harga emas menembus level psikologis $5.000. Jika turun, support teknis berikutnya di $4.900. Pasar menilai volatilitas akan tetap tinggi hingga rilis meeting The Fed dan sejumlah bank sentral utama minggu depan. Pandangan Berikutnya Meski tekanan jangka pendek berlangsung, analis seperti dari Saxo Bank dan abrdn menegaskan tren jangka panjang emas tetap positif, didukung kekhawatiran utang global, permintaan bank sentral, dan fungsi lindung nilai. Support jangka panjang tetap kuat bila harga tetap di atas $4.900 per ons. #TrendingTopics

VNC

2026-03-16 16:13

Unggah
Klasifikasi pasar

Platform

Pameran

Agen

Perekrutan

EA

Industri

Pasar

Indeks

Diskusi populer

Industri

СЕКРЕТ ЖЕНСКОГО ФОРЕКСА

Industri

УКРАИНА СОБИРАЕТСЯ СТАТЬ ЛИДЕРОМ НА РЫНКЕ NFT

Industri

Alasan Investasi Bodong Tumbuh Subur di Indonesia

Analisis pasar

Bursa Asia Kebakaran, Eh... IHSG Ikut-ikutan

Industri

Forex Eropa EURUSD 29 Maret: Berusaha Naik dari Terendah 4 Bulan

Analisis pasar

Kinerja BUMN Karya Disinggung Dahlan Iskan, Sahamnya Pada Rontok

Unggah