Ikhtisar:Gangguan logistik maritim memicu kekhawatiran defisit pasokan energi global, mendorong Rabobank merevisi target harga minyak mentah Brent ke $107 per barel pada kuartal kedua.

Harga minyak mentah global menghadapi tekanan naik yang substansial menyusul gangguan struktural pada jalur distribusi energi utama. Berkurangnya kapasitas pengiriman maritim telah memaksa pasar untuk mengevaluasi kembali premi risiko pada aset energi, menciptakan divergensi antara harga kertas (paper market) dan harga fisik (physical market).
Para ahli strategi komoditas dari Rabobank menggarisbawahi urgensi dari lambatnya laju pemulihan logistik penyaluran energi global. Berdasarkan analisis terkini, volume pergerakan kargo minyak diasumsikan baru akan pulih secara bertahap hingga mencapai 80% dari level normal pada bulan Agustus mendatang.
Lonjakan signifikan sempat terlihat kala harga acuan dipaksa mengeksplorasi batas atas, meskipun secara fundamental harga kontrak berjangka dipertahankan di bawah angka $120 per barel. Namun, pengetatan pasokan nyata di lapangan telah mendorong harga fisik minyak mentah Dubai melesat ke rentang $150 hingga $166 per barel, mengonfirmasi tingginya permintaan terhadap ketersediaan barel yang siap kirim demi memenuhi kebutuhan kilang.
Menyikapi prospek penundaan normalisasi suplai jangka panjang, estimasi kuartalan untuk patokan primer telah direvisi secara agresif ke atas. Minyak Mentah Brent diproyeksikan rata-rata berada pada $107 per barel pada kuartal kedua 2026, lalu melandai ke $96 pada kuartal ketiga, dan $90 di kuartal keempat. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) diperkirakan bertengger pada rata-rata $98, $88, dan $83 per barel pada periode kuartal yang sama.
Gangguan lanjutan pada fungsi infrastruktur pasokan di lokasi penghasil energi berpotensi menciptakan tekanan pengurangan (supply cut) yang berkelanjutan, memicu efek tular (spillover effect) berupa risiko sisi atas pada perkiraan inflasi global akibat eskalasi harga gas alam dan minyak bumi.

Tiger Brokers (NZ) Limited menjadi sorotan setelah dampak sanksi CSRC terhadap aktivitas perdagangan lintas batas ilegal di China memengaruhi kinerja keuangan grup perusahaan pada 2026. Simak ulasan lengkap mengenai SCIO, CSRC, dampak hukuman terhadap Grup Tiger Brokers, serta profil Futu dan Longbridge beserta pelajaran penting bagi trader online.

Satu orang pedagang mencatatkan uang sebesar $5. 136 pada bulan Mei 2025, memperoleh sedikit keuntungan, kemudian meminta penarikan beberapa hari setelahnya. Waktu berlalu selama berbulan-bulan—baik modal maupun keuntungan yang diharapkan tidak kunjung kembali. Ketika dia akhirnya bisa menghubungi pihak perusahaan, dia justru diberitahu bahwa perusahaan tersebut "sedang mengalami kebangkrutan". Pedagang lain menggambarkan situasi ini dengan lebih tajam: "Hanya memungkinkan untuk menyetor, tetapi tidak bisa menarik. Platform ini telah bertransformasi menjadi skema Ponzi. "

Apakah Oval Markets aman atau mencurigakan? Simak review lengkap komentar pengguna Indonesia, regulasi Seychelles, lisensi FSA, status BAPPEBTI, hingga kemunculan platform klon Oval Inc. (BullishFX) yang menggunakan nama dan alamat serupa dengan Oval Ltd pada Q2 2026.

MetaTrader 5 (MT5) sudah menjadi standar emas platform trading bagi banyak trader Indonesia — lebih cepat, lebih kaya fitur, dan mendukung lebih banyak kelas aset dibanding pendahulunya. Tapi di sinilah letak jebakannya: MT5 hanyalah perangkat lunak. Sekuat apa pun platformnya, keamanan dana Anda sepenuhnya bergantung pada broker yang menyediakannya. Karena itu, kami menelusuri broker-broker yang mendukung MT5, lalu mengecek setiap nama di WikiFX, dan menyusun peringkat berdasarkan satu hal yang paling penting: skor kepercayaan dan regulasinya. Sebelum daftarnya, satu pelajaran singkat yang akan membuat peringkat ini masuk akal.
Exness
FOREX.com
STARTRADER
FXTM
eightcap
D prime
Exness
FOREX.com
STARTRADER
FXTM
eightcap
D prime
Exness
FOREX.com
STARTRADER
FXTM
eightcap
D prime
Exness
FOREX.com
STARTRADER
FXTM
eightcap
D prime