Ikhtisar:Dolar AS melemah karena kekhawatiran eskalasi AS-Iran mereda dan pergerakan kapal di Selat Hormuz kembali lancar. Turunnya harga minyak ikut mengurangi tekanan inflasi berbasis energi dan menahan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Dolar AS bergerak lebih rendah setelah AS dan Iran dilaporkan menahan eskalasi serangan terbaru, sementara lalu lintas kapal di Selat Hormuz kembali berjalan bebas. Indeks dolar AS (DXY) terakhir berada di 101,12, turun 0,23% pada hari ini.
Harga minyak ikut turun setelah sempat melonjak karena kekhawatiran konflik yang lebih luas.
WTI untuk pengiriman Agustus terakhir diperdagangkan di USD70,44 per barel, turun 1,75%, sehingga tekanan inflasi dari energi terlihat lebih terkendali dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi lebih redup.
Terhadap euro, dolar melemah dengan EUR/USD berada di 1,143.
Euro juga mendapat dukungan dari indikator sentimen ekonomi zona euro yang naik untuk bulan kedua berturut-turut ke 95,0 pada Juni, melampaui ekspektasi 94,3.
Terhadap pound, dolar juga melemah dengan GBP/USD berada di 1,325.
Di Asia, yen Jepang berada di sekitar 161,955 per dolar AS, sementara data penjualan ritel Jepang naik 5,30% secara tahunan pada Mei, lebih kuat dari ekspektasi 3,20%.
Dolar Australia berada di 0,689 terhadap dolar AS, sedangkan franc Swiss dan dolar Kanada bergerak bervariasi.
Pelaku pasar kini menunggu data ketenagakerjaan AS dan nonfarm payrolls pekan ini untuk menilai arah kebijakan The Fed berikutnya.
Pricing pasar menunjukkan peluang suku bunga dipertahankan pada pertemuan akhir Juli masih lebih besar dibanding peluang kenaikan.