Indonesia

2026-03-19 19:43

NgànhKenaikan Harga Minyak Dunia Akibat Konflik Iran da
Harga minyak global kembali naik setelah adanya eskalasi konflik di Iran yang menyebabkan infrastruktur energi utama diserang dan efektif menutup Selat Hormuz—jalur vital pengiriman minyak dunia. Presiden AS, Donald Trump, menunjukkan kekesalannya terhadap sekutu-sekutu Amerika yang kurang berperan dalam mengamankan kawasan tersebut. Namun, Trump menegaskan bahwa AS tidak memerlukan bantuan untuk operasi militernya terhadap Iran. Harga Brent, patokan internasional, melonjak 3,83% menjadi $107,38 per barel pada Rabu. Sementara harga minyak AS nyaris tidak berubah di $96,32 per barel. Sebagai respons atas situasi ini, pemerintah AS menangguhkan Undang-Undang Jones (Jones Act) agar lebih banyak kapal tanker internasional dapat mengirim bahan bakar antar pelabuhan AS. Namun, langkah ini dinilai memiliki dampak terbatas karena kebanyakan kilang minyak AS dirancang memproses minyak mentah Timur Tengah, sedangkan produksi domestik didominasi minyak serpih (shale oil) yang lebih ringan.#ContentCreation #TrendingTopics#ECInvestingInsights#ClaimLuck#BrokerReview
Thích 0
Tôi cũng muốn bình luận.

Đặt câu hỏi

0bình luận

Chưa có người bình luận, hãy là người bình luận đầu tiên

ashal_as 969
거래자
Bình luận phổ biến

Ngành

Có cao quá k?

Ngành

Xin ý kiến liberforex

Ngành

Đầu tư CDG

Ngành

Cắt lỗ

Ngành

Có nên chốt lỗ?

Ngành

Hỏi về dòng tiền

Phân loại diễn đàn

Nền tảng

Triển lãm

IB

Tuyển dụng

EA

Ngành

Chỉ số thị trường

Chỉ số

Kenaikan Harga Minyak Dunia Akibat Konflik Iran da
Indonesia | 2026-03-19 19:43
Harga minyak global kembali naik setelah adanya eskalasi konflik di Iran yang menyebabkan infrastruktur energi utama diserang dan efektif menutup Selat Hormuz—jalur vital pengiriman minyak dunia. Presiden AS, Donald Trump, menunjukkan kekesalannya terhadap sekutu-sekutu Amerika yang kurang berperan dalam mengamankan kawasan tersebut. Namun, Trump menegaskan bahwa AS tidak memerlukan bantuan untuk operasi militernya terhadap Iran. Harga Brent, patokan internasional, melonjak 3,83% menjadi $107,38 per barel pada Rabu. Sementara harga minyak AS nyaris tidak berubah di $96,32 per barel. Sebagai respons atas situasi ini, pemerintah AS menangguhkan Undang-Undang Jones (Jones Act) agar lebih banyak kapal tanker internasional dapat mengirim bahan bakar antar pelabuhan AS. Namun, langkah ini dinilai memiliki dampak terbatas karena kebanyakan kilang minyak AS dirancang memproses minyak mentah Timur Tengah, sedangkan produksi domestik didominasi minyak serpih (shale oil) yang lebih ringan.#ContentCreation #TrendingTopics#ECInvestingInsights#ClaimLuck#BrokerReview
Thích 0
Tôi cũng muốn bình luận.

Đặt câu hỏi

0bình luận

Chưa có người bình luận, hãy là người bình luận đầu tiên