Ikhtisar:Dolar AS menguat secara luas pasca keputusan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mempertahankan suku bunga di tengah perpecahan suara yang bersejarah di antara para pembuat kebijakan. Penguatan ini turut didorong oleh lonjakan harga minyak mentah akibat eskalasi ketegangan di Selat Hormuz, yang menekan mayoritas mata uang utama kecuali dolar Australia.

Dolar AS terpantau menguat terhadap sebagian besar mata uang utama setelah bank sentral Amerika Serikat (The Fed) memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga pada rentang 3,50% hingga 3,75%. Keputusan ini mencetak sejarah dengan keberadaan delapan suara setuju berbanding empat suara tidak setuju di tingkat komite, mencerminkan perpecahan pendapat terbesar sejak tahun 1992. Dinamika perselisihan tersebut memicu kehati-hatian mengenai potensi ancaman inflasi yang belum sepenuhnya mereda.
Kekhawatiran terhadap kembali naiknya tingkat inflasi global juga semakin memuncak akibat lonjakan tajam pada harga komoditas energi. Harga minyak mentah acuan WTI melesat tajam dan sempat melewati $108 per barel, didorong oleh tindakan otoritas Amerika Serikat yang mengelola rencana blokade panjang terhadap jalur maritim Iran serta tersendatnya kesepakatan terkait Selat Hormuz. Kondisi penuh ketidakpastian ini membuat para pelaku pasar menempatkan posisinya pada dolar AS sebagai pilihan yang dipandang aman.
Solidnya sentimen pasar terhadap dolar AS ini tentu saja memberikan efek penekanan secara serempak bagi mata uang dunia lainnya di pasar valuta asing. Nilai tukar euro tercatat merosot turun menuju kisaran 1,1660 di tengah penantian para pedagang akan kepastian arah dari bank sentral Eropa. Pelemahan yang tidak kalah tajam turut dialami poundsterling yang turun ke area 1,3470, sementara nilai tukar yen Jepang kian terpuruk lebih dalam hingga menyentuh area terendah baru melampaui level 160,40 per dolar AS.
Berbeda halnya di kawasan pasifik, nilai tukar dolar Australia sukses menampilkan perlawanan terbatas dan diperdagangkan sedikit merangkak naik mendekati kisaran 0,7130. Daya tahan mata uang bergambar kanguru tersebut mendapat dukungan dari rilis data aktual inflasi konsumen domestiknya yang bertumbuh mencapai 4,6% secara tahunan. Bertahannya laju inflasi yang berada di atas patokan target bank sentral Australia ini memunculkan ekspektasi bahwa kebijakan pembatasan suku bunga negara akan dipertahankan tinggi lebih lama.