Ikhtisar:Dolar AS tergelincir turun akibat memudarnya permintaan terhadap aset *safe haven* di tengah optimisme pasar terkait potensi kesepakatan damai di Timur Tengah. Pelemahan *Greenback* ini memberikan momentum positif bagi mayoritas mata uang utama lainnya untuk mencetak penguatan secara luas.

Sentimen pasar valuta asing secara keseluruhan menunjukkan perubahan positif menyusul munculnya harapan akan resolusi konflik di kawasan Timur Tengah.
Perkembangan ini secara langsung menurunkan daya tarik Dolar AS sebagai aset pelindung nilai (safe haven), sehingga nilainya merosot secara luas terhadap mata uang utama lainnya. Berkurangnya ketegangan geopolitik ini juga memicu laju penurunan harga minyak mentah yang secara simultan meredakan kekhawatiran terkait lonjakan inflasi.
Meredupnya potensi inflasi yang berkepanjangan membuat pelaku pasar menurunkan ekspektasi mereka terhadap peluang pengetatan kebijakan yang agresif dari bank sentral Amerika Serikat. Situasi ini menjadi katalis negatif tambahan bagi pergerakan Dolar AS.
Memanfaatkan kondisi tersebut, mata uang dunia lainnya seperti Pound Sterling, Euro, Dolar Australia, dan Dolar Selandia Baru berhasil mencatatkan tren penguatan yang stabil.
Di kawasan Oseania, Dolar Selandia Baru mendapatkan dorongan ekstra dari rilis pembaruan data tenaga kerja lokal yang menunjukkan penurunan tingkat pengangguran ke angka 5,3% pada kuartal pertama.
Pada saat yang sama, Dolar Australia ikut merespons positif adanya perbaikan indikator aktivitas industri dalam negeri yang menunjukkan tanda-tanda perbaikan dari fase kontraksi.
Di sudut pasar yang lain, Yen Jepang tampak sedikit kesulitan memanfaatkan sentimen pelemahan Dolar AS. Pasangan mata uang USD/JPY terpantau kembali mendaki, seiring dengan mulai memudarnya efek kejut dari langkah intervensi pasar yang pekan lalu dicanangkan oleh otoritas moneter Jepang.
Ke depan, para pelaku pasar tampak lebih berhati-hati dan menantikan rilis laporan ketenagakerjaan di Amerika Serikat untuk mencari petunjuk mengenai arah pergerakan laju mata uang berikutnya.