Ikhtisar:Sektor jasa Australia jatuh ke zona kontraksi pada bulan Mei akibat melemahnya permintaan dan bertambahnya biaya input operasional. Sementara itu, tren ekonomi di kawasan Oseania turut mencerna pelemahan nilai tukar perdagangan Selandia Baru menjelang rilis data PDB Australia harian.

Sektor jasa Australia mencatatkan penurunan aktivitas pada bulan Mei dan tergelincir ke zona kontraksi. Berdasarkan survei S&P Global, skor PMI Jasa Australia merosot ke level 48,7 dari 50,7 pada April sebelumnya.
Posisi rilis kali ini kini berada di bawah batas acuan netral level 50 yang memisahkan area ekspansi dan kontraksi.
Menurut para responden, pelemahan laju bisnis ini dipicu oleh berkurangnya permintaan riil, ketidakpastian pasar, serta meningkatnya beragam harga komponen imbas imbas berlarutnya konflik di Timur Tengah.
Kondisi sejalan turut tercermin dari rilis indeks PMI Komposit negara tersebut yang melemah ke 48,7 dari angka 50,4 di bulan sebelumnya.
Para pelaku usaha melaporkan tekanan yang ditimbulkan oleh biaya input yang terus melesat dengan cepat di tengah nilai capaian inflasi pada level tinggi yang stagnan.
Akibatnya, tingkat kepercayaan bisnis nasional anjlok secara signifikan hingga menyentuh poin terendah dalam dua setengah tahun terakhir.
Para partisipan pasar kini tengah menantikan panduan ekonomi struktural selanjutnya lewat rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama yang dijadwalkan pada hari Rabu, dengan ekspektasi laju pertumbuhan tambahan mendekati 0,5 persen secara kuartalan.
Sementara itu, laju perekonomian di negara tetangga Selandia Baru menunjukkan hasil rilis yang bervariasi. Nilai tukar perdagangan (terms of trade) pada kuartal pertama anjlok 2,0 persen secara basis kuartalan, meleset di bawah estimasi pelemahan awal yang tadinya hanya diperkirakan berkisar di 1,2 persen akibat harga ekspor secara intens melemah 2,7 persen.
Meski tertekan pada sisi perdagangan, data domestik lainnya menunjukkan sedikit pemulihan di mana penerbitan izin mendirikan bangunan di Selandia Baru melonjak secara penyesuaian musiman sebesar 10,9 persen pada bulan April, memantul pasca penurunan di bulan Maret.