Ikhtisar:Pasar Asia mayoritas melemah pada Rabu karena tekanan dari Wall Street, lonjakan harga minyak, dan meningkatnya ketegangan AS-Iran. Di pasar valuta, dolar AS diperdagangkan di kisaran bawah 162 yen, sementara dolar Australia berada di sekitar $0,693.

Pasar saham Asia mayoritas bergerak lebih rendah pada Rabu, mengikuti pelemahan Wall Street. Sentimen risiko tertekan setelah ketegangan AS-Iran kembali meningkat dan harga minyak melonjak, memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus naik $2,01 atau 2,93% ke $70,56 per barel.
Kenaikan terjadi setelah serangan terhadap sedikitnya tiga tanker di Selat Hormuz, sementara AS meluncurkan serangan udara baru di Iran dan mencabut keringanan yang sebelumnya memungkinkan Iran menjual minyak secara global.
Di Wall Street, Nasdaq turun 1,2%, S&P 500 melemah 0,5%, dan Dow turun 0,3%. Tekanan terbesar terlihat pada saham semikonduktor, sementara sektor energi mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak.
Pelemahan ini ikut membebani bursa Australia, Jepang, Korea Selatan, Indonesia, China, dan Taiwan, meski Hong Kong bergerak naik.
Di pasar valuta, dolar AS diperdagangkan di kisaran bawah 162 yen pada Rabu. Dolar Australia berada di sekitar $0,693, sementara rupee India sebelumnya menguat 43 paise dan ditutup di 94,97 terhadap dolar AS.
Pergerakan mata uang kawasan tetap dipengaruhi kombinasi sentimen risiko global, harga minyak, dan kekhawatiran terhadap arah suku bunga.