Indonesia

2026-03-29 00:42

IndustriUSD/JPY Menguji Level Kritis Dan Geopolitik
Dolar AS kembali menunjukkan keperkasaannya terhadap Yen Jepang didorong oleh menguatnya permintaan aset aman (safe -haven ) dan melebarnya selisih imbal hasil ( yield differential ) antara Amerika Serikat dan Jepang. Pasangan mata uang USD/JPY kini berada di persimpangan krusial, tertahan di dekat level psikologis 160, seiring dengan eskalasi konflik di Timur Tengah. Laporan terbaru mengenai serangan terhadap infrastruktur vital telah menghancurkan harapan implementasi 15 poin proposal perdamaian. Ironisnya, alih-alih menekan Dolar, menerbitkan global ini justru memicu arus masuk modal ke aset lindungi nilai AS. Tekanan Inflasi dan Melonjaknya Imbal Hasil Kekhawatiran terhadap fluktuasi inflasi yang dipicu oleh melambungnya harga minyak mentah telah mendorong imbal hasil obligasi US Treasury bertenor 10 tahun naik mendekati level 4,4%. Di sisi lain Pasifik, Bank of Japan (BoJ) masih mempertahankan suku bunga acuan di level 0,75% pada pekan lalu. Namun, tekanan inflasi impor memaksa pasar obligasi Jepang bereaksi keras. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 2 tahun (JGB 2Y) meroket tajam ke 1,32% menyentuh rekor tertinggi dalam 30 tahun terakhir. Berdasarkan data pergerakan pasar, para trader kini memperkirakan probabilitas sebesar 64% bahwa BoJ akan kembali menaikkan suku bunga pada bulan April mendatang. Selama bank-bank sentral utama dunia masih mempertahankan kebijakan yang hawkish atau sikap wait-and-see dengan tingkat suku bunga yang jauh lebih tinggi dari Jepang, tren jangka panjang USD/JPY yang diproyeksikan tetap berada pada jalur apresiasi ( uptrend ). Level Teknikal yang Patut Dicermati Bagi para pelaku pasar, level 160 Yen merupakan zona merah yang secara historis sering kali memicu intervensi verbal dari otoritas moneter Jepang (BoJ). Namun, dari sudut pandang teknikal, jika USD/JPY berhasil menembus resistensi solid di 160,40 yang merupakan level tertinggi sejak tahun 1990 maka ruang penguatan lebih lanjut akan membuka lebar. Dalam skenario ini, dinamika pasar menunjukkan strategi buy on dips (beli saat harga terkoreksi) masih relevan, dengan level 158 Yen berfungsi sebagai batas bawah ( support/floor ) yang kuat #ContentCreation #TrendingTopics
Suka 0
Saya juga ingin komentar

Tanyakan pertanyaan

0Komentar

Belum ada yang berkomentar, segera jadi yang pertama

VNC
Trader
Diskusi populer

Industri

СЕКРЕТ ЖЕНСКОГО ФОРЕКСА

Industri

УКРАИНА СОБИРАЕТСЯ СТАТЬ ЛИДЕРОМ НА РЫНКЕ NFT

Industri

Alasan Investasi Bodong Tumbuh Subur di Indonesia

Analisis pasar

Bursa Asia Kebakaran, Eh... IHSG Ikut-ikutan

Industri

Forex Eropa EURUSD 29 Maret: Berusaha Naik dari Terendah 4 Bulan

Analisis pasar

Kinerja BUMN Karya Disinggung Dahlan Iskan, Sahamnya Pada Rontok

Klasifikasi pasar

Platform

Pameran

Agen

Perekrutan

EA

Industri

Pasar

Indeks

USD/JPY Menguji Level Kritis Dan Geopolitik
Indonesia | 2026-03-29 00:42
Dolar AS kembali menunjukkan keperkasaannya terhadap Yen Jepang didorong oleh menguatnya permintaan aset aman (safe -haven ) dan melebarnya selisih imbal hasil ( yield differential ) antara Amerika Serikat dan Jepang. Pasangan mata uang USD/JPY kini berada di persimpangan krusial, tertahan di dekat level psikologis 160, seiring dengan eskalasi konflik di Timur Tengah. Laporan terbaru mengenai serangan terhadap infrastruktur vital telah menghancurkan harapan implementasi 15 poin proposal perdamaian. Ironisnya, alih-alih menekan Dolar, menerbitkan global ini justru memicu arus masuk modal ke aset lindungi nilai AS. Tekanan Inflasi dan Melonjaknya Imbal Hasil Kekhawatiran terhadap fluktuasi inflasi yang dipicu oleh melambungnya harga minyak mentah telah mendorong imbal hasil obligasi US Treasury bertenor 10 tahun naik mendekati level 4,4%. Di sisi lain Pasifik, Bank of Japan (BoJ) masih mempertahankan suku bunga acuan di level 0,75% pada pekan lalu. Namun, tekanan inflasi impor memaksa pasar obligasi Jepang bereaksi keras. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 2 tahun (JGB 2Y) meroket tajam ke 1,32% menyentuh rekor tertinggi dalam 30 tahun terakhir. Berdasarkan data pergerakan pasar, para trader kini memperkirakan probabilitas sebesar 64% bahwa BoJ akan kembali menaikkan suku bunga pada bulan April mendatang. Selama bank-bank sentral utama dunia masih mempertahankan kebijakan yang hawkish atau sikap wait-and-see dengan tingkat suku bunga yang jauh lebih tinggi dari Jepang, tren jangka panjang USD/JPY yang diproyeksikan tetap berada pada jalur apresiasi ( uptrend ). Level Teknikal yang Patut Dicermati Bagi para pelaku pasar, level 160 Yen merupakan zona merah yang secara historis sering kali memicu intervensi verbal dari otoritas moneter Jepang (BoJ). Namun, dari sudut pandang teknikal, jika USD/JPY berhasil menembus resistensi solid di 160,40 yang merupakan level tertinggi sejak tahun 1990 maka ruang penguatan lebih lanjut akan membuka lebar. Dalam skenario ini, dinamika pasar menunjukkan strategi buy on dips (beli saat harga terkoreksi) masih relevan, dengan level 158 Yen berfungsi sebagai batas bawah ( support/floor ) yang kuat #ContentCreation #TrendingTopics
Suka 0
Saya juga ingin komentar

Tanyakan pertanyaan

0Komentar

Belum ada yang berkomentar, segera jadi yang pertama