Ikhtisar:Mata uang Asia bergerak terbatas pada Selasa, sementara dolar AS stabil menjelang petunjuk lanjutan terkait arah suku bunga Federal Reserve. Yen Jepang sempat menguat tipis setelah data pendapatan upah, tetapi masih berada dekat level terlemah multi-dekade sehingga pasar tetap mencermati risiko intervensi Tokyo.

Sebagian besar mata uang Asia bergerak dalam rentang sempit pada Selasa, sementara dolar AS cenderung stabil setelah melemah pada akhir pekan sebelumnya.
Pelaku pasar menunggu petunjuk baru mengenai arah suku bunga Federal Reserve, termasuk risalah rapat Juni yang dijadwalkan menjadi perhatian utama pekan ini.
Yen Jepang menguat tipis terhadap dolar setelah data pemerintah menunjukkan pendapatan upah tumbuh untuk bulan kelima berturut-turut pada Mei.
Namun, dukungan terhadap yen masih terbatas karena laju pertumbuhan melambat dari bulan sebelumnya dan mata uang tersebut tetap berada dekat level terendah sejak 1986.
Kondisi itu membuat pasar tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi dari Tokyo, terutama setelah sejumlah pejabat memperingatkan adanya spekulasi berlebihan terhadap yen.
Bank of Japan sebelumnya menaikkan suku bunga 25 basis poin pada Juni dan menyatakan kesiapan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut, dengan pertumbuhan upah menjadi salah satu faktor yang dipantau.
Di kawasan Asia lainnya, pergerakan mata uang juga relatif tenang. Yuan China datar menjelang data inflasi Juni, dolar Australia sedikit melemah, won Korea Selatan menguat terhadap dolar di tengah tekanan pada saham lokal, sementara dolar Singapura dan rupee India bergerak stabil.