Ikhtisar:ASIC mencatat 150 sanksi administratif sepanjang 2025-2026, termasuk pencabutan dan pembatasan 87 izin jasa keuangan, tertinggi dalam lima tahun. Lonjakan 42 persen dari tahun sebelumnya ini mencakup larangan permanen terhadap Barry King dan Abdullah Popal, diskualifikasi direktur Kylie Campbell selama lima tahun, serta tindakan terhadap 15 penasihat terkait kegagalan Shield Master Fund dan First Guardian Master Fund.

Komisi Sekuritas dan Investasi Australia (ASIC) mencatat rekor pencabutan dan pembatasan izin jasa keuangan tertinggi dalam lima tahun.
Sepanjang tahun keuangan 2025-2026, regulator mengeluarkan 150 sanksi administratif, melonjak 42 persen dari tahun sebelumnya.
Rinciannya: 87 individu dan badan usaha dicabut atau dibatasi izin jasa keuangannya, 27 lainnya dikenai larangan di sektor kredit, dan 36 orang didiskualifikasi dari jabatan pengurus perusahaan.
Data resmi ASIC per 10 Agustus 2026 mencakup periode 1 Juli 2025 hingga 30 Juni 2026.
Dari 36 diskualifikasi direktur, 18 di antaranya dijatuhkan untuk periode maksimum lima tahun sesuai Corporations Act. ASIC juga mencatat 77 larangan dan pencabutan permanen, terdiri dari 31 individu dan 46 organisasi.
Mayoritas sanksi bersifat permanen: 61 persen tindakan di sektor jasa keuangan dan 89 persen di sektor kredit berujung pada larangan permanen atau pencabutan izin.
ASIC menegaskan kategori-kategori ini tidak saling eksklusif, sehingga satu pelaku dapat muncul di lebih dari satu kategori.
Mantan penasihat keuangan Barry King dijatuhi larangan permanen setelah terbukti menyalahgunakan dana klien dan memalsukan dokumen.
Abdullah Popal juga dikenai larangan permanen dari jasa keuangan dan aktivitas kredit menyusul vonis penipuan terkait transfer tidak sah hampir 90.000 dolar Australia dari mantan kliennya.
Kylie Campbell, mantan direktur pengembangan properti asal Victoria, didiskualifikasi dari jabatan pengurus perusahaan selama lima tahun penuh setelah perusahaan yang dikelolanya gagal dan meninggalkan utang besar bagi kreditur.
Di sektor dana investasi, ASIC menjatuhkan larangan terhadap 15 penasihat yang terkait kegagalan Shield Master Fund atau First Guardian Master Fund, serta mengambil tindakan lanjutan terhadap pemegang lisensi dan manajer terkait.
Ketua ASIC Sarah Court menegaskan bahwa kewenangan administratif memungkinkan regulator bertindak cepat menghentikan pelanggaran.
“Setiap larangan, pencabutan izin, dan diskualifikasi direktur menutup jalur bagi operator nakal untuk terus mencari nafkah dari pelanggaran,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sanksi administratif sering kali dapat diterapkan lebih cepat dibanding proses pengadilan, mencegah kerugian lebih lanjut sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap pasar keuangan Australia.
Lonjakan penindakan ASIC menjadi pengingat bagi konsumen untuk selalu memeriksa status regulasi penyedia jasa keuangan sebelum mempercayakan dana. Operator tanpa izin resmi atau yang pernah dikenai sanksi membawa risiko tinggi.
Konsumen disarankan memverifikasi status perizinan melalui situs resmi ASIC, mewaspadai janji imbal hasil tidak wajar, serta memantau tanda bahaya seperti kesulitan penarikan dana atau permintaan setoran tambahan yang mencurigakan.
VT Markets
STARTRADER
vantage
FXCM
EBC FINANCIAL GROUP
EC markets
VT Markets
STARTRADER
vantage
FXCM
EBC FINANCIAL GROUP
EC markets
VT Markets
STARTRADER
vantage
FXCM
EBC FINANCIAL GROUP
EC markets
VT Markets
STARTRADER
vantage
FXCM
EBC FINANCIAL GROUP
EC markets